SAJAK SEPERLIMA ABAD

Foto: Heriy Rozzani
Selamat Ulang Tahun!
Kamu yang baru berusia 20 tahun, tapi leha-leha bagai orang yang sedang menikmati dana pensiun. Bagaimana tidak, disaat teman bermainmu sibuk dengan dapur pribadi, kamu malah berada diperjalanan yang antara ekpektasi atau sekedar memantaskan diri.
Perjalanan yang mengajarimu banyak hal. Dari sesuatu yang sederhana sampai paling rumit, tentang yang pergi hingga yang memilih untuk tetap tinggal di sisi. Tentang yang patah kemudian sembuh, tentang yang rapuh kemudian belajar kembali untuk tumbuh.
Kamu bisa percaya, bahwa kanker keraguan serupa nikotin yang menempel di paru-paru takdir, bisa membuat waktu pertualangan ini berakhir, bisa membuat detik perjalanan ini terhenti, tetapi tidak hari ini.
Dari yang sudah-sudah, harus lebih teliti menyikapi yang akan. Sebab di setiap ruang yang akan kau singgah, pastikan di dasar hatimu tidak ada lagi rasa keraguan.
Pada akhirnya, setiap perjalanan akan selalu memberi pelajaran. Tentang rasa yang seyogyanya musti terjaga, yaitu tebalnya rasa syukur dan kebalnya rasa sabar.
Perjalanan yang mengajarimu banyak hal. Dari sesuatu yang sederhana sampai paling rumit, tentang yang pergi hingga yang memilih untuk tetap tinggal di sisi. Tentang yang patah kemudian sembuh, tentang yang rapuh kemudian belajar kembali untuk tumbuh.
Kamu bisa percaya, bahwa kanker keraguan serupa nikotin yang menempel di paru-paru takdir, bisa membuat waktu pertualangan ini berakhir, bisa membuat detik perjalanan ini terhenti, tetapi tidak hari ini.
Dari yang sudah-sudah, harus lebih teliti menyikapi yang akan. Sebab di setiap ruang yang akan kau singgah, pastikan di dasar hatimu tidak ada lagi rasa keraguan.
Tapi setidaknya hari-hari masih bisa kamu rayakan, karena memang akselerasi terbaik dari tercapainya suatu harapan atas sebuah kelahiran adalah dengan mengingat dan merayakannya.
Pada akhirnya, setiap perjalanan akan selalu memberi pelajaran. Tentang rasa yang seyogyanya musti terjaga, yaitu tebalnya rasa syukur dan kebalnya rasa sabar.
Aku hanyalah aku, sesederhana itu.
Februari, 2022
Komentar
Posting Komentar